Memang cara install seperti ini terkadang di lakukan ketikan file driver yang kita punya tidak dalam bentuk file setup yang dimana cara penginstalannya tinggal melakukan double click saja pada filennya lalu tinggal di next-next saja, namun ketika mendapatkan file driver yang tidak dalam bentuk file setup yang harus dilakukan menggunakan cara manual melalui Device Manager.

Untuk cara menginstall driver hardware melalui device manager cukup dengan cara:
  1. Klik Start pada taskbar windows,
  2. Klik kanan My Computer, dan pilih properties, dan akan muncul window System Properties,
  3. Pada window System Properties, pilih tab Hardware, lalu pilih lagi tombol yang bertuliskan Device Manager, dan akan muncul lagi jendela Device Manager
















4. Pada jendela Device Manager, cari hardware yang akan diinstall drivernya, biasanya driver yang belum terdeteksi oleh system operasi windows akan ada tanda Tanya (?) yang berwarna kuning,
















5. Nah ketika sobat sudah menemukannya, tinggal di klik kanan saja tuh driver yang belum terdeteksi yang bertanda tanya (?) yang berwarna kuning, lalu klik Update Driver pada menu yang muncul dari hasil klik kanan yang sobat lakukan tersebut dan akan muncul windows Hardware Update Wizard,
6. Pada window Hardware Update Wizard, pilih option Install from a list or specific location (Advanced) lalu tekan tombol Next, dan pilih lagi option Include this locations in the search. Jangan lupa pada tombol Browse, tentukan dulu letak file folder driver yang akan di install.

 


























7. Setelah menentukan letak folder driver yang sobat punya, lanjutkan dengan cara klik Next dan tunggu hingga proses selesai. Jika proses ini berjalan lancar, maka secara otomatis driver akan di dilakukan penginstalan.

Sampai disini dulu, maaf yah kalau agak rumit penjelasannya.!!!

Source: meambo.blogspot.com


Berikut ini adalah cara/langkah-langkah menginstal Win.Xp pada computer anda:

1. Langkah pertama adalah dengan menyiapkan CD instalasi Windows XP.
2. Langkah selanjutnya, Anda juga perlu menyiapkan CD driver yang diperlukan (driver motherboard, driver graphic card, dan lain-lain).
3. Agar komputer Anda dapat membaca CD instalasi ketika komputer booting, maka Anda harus melakukan pengaturan BIOS terlebih dulu. Atur agar boot priority diawali dari optical drive, seperti CD-ROM atau DVD-ROM. Bagaimana caranya? Simak langkah-langkahnya di bawah ini:
a. Langkah pertama adalah masuk ke dalam pengaturan BIOS. Untuk dapat masuk, Anda harus menekan tombol tertentu ketika awal komputer booting. Tombol-tombol ini dapat berbeda tergantung dari jenis BIOS yang digunakan, namun tombol yang digunakan pada umumnya adalah tombol Del, F1, atau F2. Setelah Anda berhasil masuk ke dalam pengaturan BIOS, langkah selanjutnya adalah memilih opsi Advanced Settings > Boot Priority (atau nama pengaturan yang serupa).
b. Ubah pengaturan boot priority, sehingga CD-ROM atau optical drive berada pada urutan pertama. Anda dapat mengubah posisi boot priority dengan menekan tombol PgDn (menggeser ke bawah) / PgUp (menggeser ke atas).
c. Jika telah selesai, maka simpan ubahan yang telah Anda lakukan pada BIOS dengan menekan tombol F10. Biasanya Anda akan diminta konfirmasi, yaitu dengan menekan tombol Y (Yes) untuk menyimpan dan melanjutkan, dan N (N0) untuk membatalkan. Sebelumnya, Anda dapat menyimpan CD instalasi Windows ke dalam optical drive, dan biarkan komputer me-restart.
4. Tunggu selama beberapa detik, hingga muncul tulisan pada layar monitor “Press any key to boot from CD”.
5.  Tekan tombol apa saja pada keyboard untuk melanjutkan, dan biarkan komputer bersiap-siap serta melakukan pemeriksaan terhadap hardware komputer Anda. Untuk selanjutnya, akan muncul layar baru dengan judul “Windows Setup” berwarna biru.
6. Tahap selanjutnya, file yang terdapat di dalam CD akan dimuat ke dalam media penyimpanan komputer, dan proses pengaturan (Setup) pun mulai berjalan.
7. Di sana, terdapat petunjuk navigasi yang dapat Anda baca, yaitu: Tekan tombol “ENTER” untuk menginstal sistem operasi Windows XP; tekan tombol “R” untuk memperbaiki (repair) instalasi sistem operasi Windows XP yang telah terinstal sebelumnya; atau tekan tombol “F3″ untuk keluar tanpa melakukan proses instalasi. Jika Anda memutuskan untuk menginstal atau memperbaiki sistem operasi Windows, maka akan muncul pernyataan License Agreement.
8. Jika Anda setujua dengan License Agreement tersebut, Anda dapat menekan tombol F8 untuk melanjutkan proses instalasi. Secara otomatis Setup akan dapat menemukan partisi yang terdapat di dalam hard disk komputer Anda. Di sini, Anda dapat menentukan lokasi instalasi Windows XP.
9. Untuk langsung menginstal sistem operasi Windows XP, Anda dapat menekan tombol Enter. Selanjutnya, jika Anda memilih untuk membuat partisi baru, tekan tombol C. Sesuaikan besaran partisi dengan kebutuhan Anda.
10. Anda harus memperhatikan bawah satuan yang digunakan pada besaran partisi adalah MB. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat partisi sebesar 80 GB misalnya, maka tuliskan 80000 (bukan 80). Hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa 1 GB = 1000 MB (lebih tepatnya 1024 MB).
11. Tekan tombol Enter untuk membuat (Create) partisi.
12. Pada layar, Anda akan diminta memilih file system. Direkomendasikan untuk memilih “Format the partition using the NTFS file system (Quick)”, karena lebih cepat dan efisien.  Maka, selanjutnya Anda akan melihat tampilan berikut ini pada layar monitor:
13.  Apa yang harus Anda lakukan berikutnya adalah mengarahkan pointer pada opsi “unpartitioned space”. Pilih opsi yang Anda inginkan seperti yang tertera pada layar monitor. Sebagai contoh, jika Anda hanya ingin membagi dua partisi saja (tambahan dari partisi C:), maka Anda cukup menekan tombol Enter untuk masuk pada tahap selanjutnya (instalasi). Namun jika Anda ingin membagi “unpartitioned space” ke dalam beberapa partisi yang berbeda, maka Anda dapat menjalankan langkah-langkah sebelumnya untuk membagi partisi. Ketika pengaturan partisi telah selesai, maka Anda dapat memilih partisi untuk mulai menginstal Windows. Tekan tombol Enter untuk melanjutkan. Pada proses selanjutnya, Anda akan melihat proses format berjalan hingga 100%.
14. Jika proses format telah selesai dilakukan, maka Windows akan mulai menyalin file-file yang dibutuhkan untuk melakukan proses instalasi. Dan Anda akan menjumpai progress bar berjalan menuju 100%.
15. Tunggu beberapa saat sampai proses copy atau penyalinan file telah selesai dilakukan. Jika telah selesai, maka komputer akan melakukan restart secara otomatis (hitung mundur selama beberapa detik). Jika Anda ingin lebih mempersingkat waktu, tekan tombol Enter agar komputer segera merestart tanpa menunggu waktu hitung mundur.
16. Selanjutnya, Anda akan melihat tampilan splash screen Windows.
17. Dan layar yang akan terlihat berikutnya adalah layar instalasi.
18. Apa yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah menunggu proses setup selesai
19. Sesuaikan pengaturan dengan preferensi Anda, klik tombol Next jika telah selesai.
20. Isi nama Anda dan juga nama organisasi (bebas, tapi usahakan cukup jelas).
21. Langkah selanjutnya adalah memasukkan serial number. Nomor serial atau serial number dapat Anda lihat pada CD instalasi Windows.
Jika Anda telah memasukkan serial number yang sesuai, klik tombol Next untuk kemudian mengkonfigurasi pengaturan waktu dan tanggal.
22. Jika Anda ingin menyesuaikan waktu dan penanggalan Indonesia, pilih opsi GMT+7 (Bangkok/Jakarta).
23. Proses instalasi akan berlanjut dan Anda diharapkan masih sabar menunggu. Sampai kemudian, Anda akan melihat tampilan layar pengaturan network.
24. Pilih salah satu pengaturan network yang Anda inginkan. Pilih “Typical settings” bagi Anda yang tidak mau ribet. Selanjutnya, atur Workgroup atau Computer Domain.
25. Jika tidak terhubung pada domain, maka cukup biarkan opsi pada pilihan teratas. Klik tombol Next untuk melanjutkan.
26. Pada tampilan layar berikutnya, Windows akan mencoba untuk menyesuaikan pengaturan layar (display setting).
27. Secara otomatis Windows akan mengidentifikasi performa tampilan pada komputer Anda. Klik tombol OK untuk melanjutkan.
28. Ketika menginjak tahap ini, proses instalasi telah hampir sampai pada ujungnya, alias hampir selesai. Sekali lagi Anda akan menjumpai tampilan splash screen Windows, namun sedikit agak berbeda (tidak ada progress bar).
29. Tidak lama kemudian, Anda akan disuguhkan pesan selamat datang “Welcome to Microsoft Windows”. Di sini Anda telah masuk ke dalam sistem operasi Windows untuk pertama kalinya. Tekan tombol Next untuk melanjutkan.
30. Tampilan layar selanjutnya merupakan sedikit pengaturan keamanan. Pilih salah satu opsi yang Anda inginkan.
31. Windows akan melakukan pemeriksaan terhadap koneksi internet.  Terdapat sedikit konfigurasi internet yang perlu Anda sesuaikan.
32. Pada tahap aktivasi Windows, Anda dapat memilih salah satu opsi yang tersedia untuk mengaktifkan Windows.
33. Pada tahap selanjutnya, Anda dapat menyesuaikan beberapa pilihan berkaitan dengan akun pengguna komputer. Anda dapat menyesuaikannya dengan jumlah orang yang akan menggunakan komputer tersebut.
34. Akhirnya, proses instalasi Windows pun telah selesai Anda lakukan. Klik Finish untuk masuk ke dalam tampilan desktop Windows.
35. Sebelum masuk jendela desktop Windows, Anda akan melihat tampilan “Welcome” berikut ini terlebih dulu. Untuk kemudian, akhirnya disusul oleh jendela desktop Windows yang cukup familiar.
36. Setelah proses instalasi Windows selesai, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menginstal driver hardware dan juga berbagai aplikasi yang Anda butuhkan.

Source: http://ahlikompie.com


Sebelum Mengatur Yang Lain, Pertama2 Dalam Menghidupkan Komputer Kita Mengatur Bios Dulu, Disini Saya Akan Menjelaskan Cara Setting Bios Standard.
1. Standart CMOS Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur tanggal, jam, harddisk, floppy disk, dan sebagainya.

•Date :
Diisi dengan tanggal, bulan, tahun, saat kita menseting bios.Tekanlah tombol Page Up atau Page Down untuk setiap kali melakukan perubahan setting.
•Time
Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik)..
•Harddisk
Berisi spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Dan bias juga mengkonfigurasi Mode harddisk sesuai dengan spesifikasi harddisk.
•Drive A, Drive B
Berisi tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer. Settinglah floppy disk drive pada field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah “None” jika floppy disk drive tidak dipasang.
•Video
Berisi tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan biasanya “EGA/VGA. Pilihan lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO. Pilihlah salah satu type sesuai jenis kartu grafis yang digunakan.
•Halt On
Berisikan perintah yang dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors” sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem.
2. BIOS Features Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh BIOS, seperti : mencegah virus, menentukan awal booting, mempercepat booting, dan sebagainya.
•Virus Warning
Berfungsi mendeteksi dan mencegah penyebaran virus. (pilih “disabled”)
•CPU Internal Cache
Berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan (enable/disable) CPU Internal Cache (cache-memory level 1) yang ada pada prosesor sebagai penampung data sementara akan diolah oleh prosesor. (pilih “enabled”)
•External Cache
Berfungsi meningkatkan performa sistem. (pilih “enabled”). Dengan pilihan tersebut sistem akan menggunakan cache memory lain yang ada pada sistem untuk menampung sementara data yang akan diproses oleh prosesor.
•Quick Power On Self Test
Berfungsi memeriksa komponen-komponen komputer pada saat melakukan cold boot. Apabila memilih “disabled”, komputer akan melakukan proses lebih lama, seperti memeriksa memori hingga tiga kali. Pilih “enabled”, agar komputer melakukan proses lebih singkat dan cepat
•Boot Sequence
Berfungsi menentukan urutan proses booting. Pilihlah “C Only”. agar komputer melakukan booting hanya dari harddisk. Jika urutan booting dimulai dari floppy disk drive, ubahlah menjadi “A
•Swap Floppy Drive
Berfungsi menukar posisi drive A dan drive B. Jika memilih “enabled”, drive A akan menjadi drive B, demikian sebaliknya. Apabila komputer hanya memiliki drive A, pilihlah “disabled” sebagai pilihan yang lebih aman.
•Boot Up Floppy Seek
Berfungsi mengetahui jenis track yang digunakan oleh disk drive. Pilih “disabled” untuk mempercepat booting.
•Boot Up Numlock Status
Berfungsi mengaktifkan tombol numlock pada saat komputer boot. Pilih, “on” agar BIOS mengaktifkan fungsi numlock extended At-keyboard pada saat booting. Anda juga dapat memilih “off”.
•Boot Up System Speed
Berfungsi menentukan keadaan komputer pada saat boot up. Pilihlah “high”, agar komputer melakukan proses lebih cepat.
•Security Option
Berfungsi menentukan kapan password akan diaktifkan. Jika memilih “setup”, komputer akan meminta password pada saat BIOS-setup dijalankan. Dan jika memilih “System”, komputer akan meminta password pada setiap kali komputer melakukan booting. Konfigurasilah security option sesuai kebutuhan Anda.
•OS Selector for Dram > 64 MB
Berfungsi menentukan konfigurasi kapasitas memori yang digunakan. Jika menggunakan memori lebih dari 64 MB, pilihlah “OS2
″. Jika menggunakan memori lebih kecil dari 64 MB, pilihlah “Non-OS2″.
3. Chipset Feature Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
4. Power Management Setup
Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
•HDD Power Down
Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
•VGA Active Monitor
Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
5. PNP/PCI Configuration
Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
6. Integrated Pheriperals
Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
7. Load Setup Defaults
Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
8. Supervisor Password
Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
9. User Password
Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
10. IDE HDD Auto Detiction
Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
11. HDD Low Level Format
Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
12. Save & Exit Setup
Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
13. Exit Without Saving
Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.





sumber: http://fahriemje.blogspot.com